Buku digital mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan buku cetak salah satunya adalah 1 gawai bisa membawa puluhan hingga ratusan buku digital.

Sebenarnya, saat saya menulis artikel ini saya baru 2 mingguan mencoba membaca buku dari ponsel, saya membaca buku menggunakan aplikasi Google Play Books. Pengguna Android biasanya sudah memiliki aplikasi ini, karena aplikasi Google biasanya tidak bisa dihapus, hanya bisa dinonaktifkan.

Baca buku digital? Menarik!


Pada awalnya saya sama sekali tidak terpikirkan untuk membaca buku menggunakan ponsel, walaupun saya sering membaca banyak artikel yang saya simpan di aplikasi Pocket menggunakan ponsel saya. Sampai suatu hari saya membaca sebuah pertanyaan menarik di Quora: Manakah yang lebih efektif: buku digital atau buku cetak?, menarik!

Waktu itu saya langsung berpikir, ketika saya baca artikel maupun hanya melihat-lihat timeline Twitter konsentrasi saya tidak terganggu sama sekali walaupun keadaan sekitar cukup ramai, ketika baca buku cetak sedikit suara saja bisa membuyarkan konsentrasi saya.

Belajar baca buku digital


Langsung saya teringat dengan aplikasi Google Play Books yang sudah terpasang dari sejak awal saya membeli ponsel saya. Saya buka aplikasi tersebut dan saya melihat sangat banyak sekali pilihan dari mulai buku-buku best-seller, novel hingga komik membuat saya semakin penasaran dan excited untuk belajar membaca buku digital.

Sebagai bahan belajar saya membaca buku digital, saya membeli buku yang sudah lama saya cari-cari versi buku cetaknya tapi cukup sulit yaitu buku Self Driving (saya akan menulis resensinya) karya Pak Rhenald Kasali.

Sumber

Saat pertama kali membuka buku tersebut saya cukup kecewa karena huruf yang terlalu kecil dan juga latar yang berwarna putih (latar putih, huruf hitam akan cepat membuat mata lelah).

Tapi kekecewaan saya langsung hilang karena saya menemukan tombol pengaturan seperti huruf Aa yang bisa mengatur besar kecil huruf, memilih font, dan yang paling penting memilih warna latar, saya pilih warna latar sepia (coklat keabuan). Sebagai catatan, tidak semua buku yang tersedia bisa menggunakan fitur ini, saya akan tulis mengenai ini di artikel selanjutnya.

Bukan hanya fitur tersebut yang membuat saya semakin tertarik melanjutkan membaca, adanya fitur highlight saya bisa dengan mudah menyoroti bagian-bagian yang saya anggap penting, dengan buku cetak memang saya juga bisa menyoroti menggunakan stabilo atau pulpen, tapi di aplikasi ini saya bisa dengan mudah membaca ulang semua kalimat yang saya soroti karena disediakan menu khusus untuk ini, yang bisa saya gunakan untuk bahan resensi yang akan saya buat.

Saya ingat, di hari pertama saya membaca buku digital saya bisa menyelesaikan kurang lebih 30-35 halaman dalam sekali duduk saja dengan konsentrasi penuh! Biasanya untuk buku cetak saya hanya mampu membaca 10-15 halaman saja.

Buku digital atau buku cetak?


Kalau ada yang bertanya lebih baik buku digital atau buku cetak, keduanya jelas mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi untuk saat ini saya pribadi merasa buku digital mempunyai lebih banyak kelebihan, bisa memilih font, mengatur besar kecil huruf dan jarak antar kalimat, dan juga 1 gawai atau ponsel bisa membawa puluhan hingga ratusan buku, sedangkan buku cetak, membawa 2 atau 3 saja tas kita akan penuh dan berat juga, tapi tetap kembali ke selera masing-masing.

Kesimpulan


Ternyata membaca buku digital membaca banyak manfaat untuk saya:

  1. Konsentrasi saya lebih baik saat membaca buku digital dibandingkan buku cetak.
  2. Menu highlight sangat membantu saya untuk membaca kembali kalimat-kalimat yang saya anggap penting dan juga sebagai bahan resensi.

Satu hal lagi, mungkin buat teman-teman yang lebih banyak menghabiskan waktu diluar atau mobilisasinya tinggi, sebaiknya teman-teman mulai mempertimbangkan untuk belajar membaca buku digital, dengan bermodalkan ponsel yang teman-teman punya sudah bisa membaca buku di mana pun dan kapan pun.